Featured Post

Cantik tapi Tunduk? Sebuah Gugatan terhadap Mitos Kecantikan

Will to Power

    Nietzsche berkata "Manusia memiliki dorongan fundamental untuk berkuasa dan mempertahankan kekuasaannya (will to power)", dan machiavelli didalam Il Princpe pun melegitimasi bahwa seorang pemimpin haruslah bersikap pragmatis dan siap menggunakan berbagai cara untuk mempertahankan kekuasaan tersebut, karena menurut Machiavelli kepemimpinan yang efektif harus menggabungkan sifat Fox (licik) dan Lion (kuat).

    Tetapi ada satu hal yang harus di ingat dan di perpegangi, yaitu kepemimpinan juga harus berpegang teguh terhadap nilai-nilai Moralitas dan Etika, Immanuel kant mengemukakan sebuah prinsip Imperative Categories, artinya seorang pemimpin haruslah bertindak sesuai dengan prinsip yang dapat dijadikan hukum universal. contohnya

  • Pemimpin tidak boleh berbohong atau menipu, karena jika semua pemimpin melakukan itu, sistem akan runtuh.
  • Keputusan yang diambil harus mempertimbangkan nilai keadilan dan kebebasan, bukan kepentingan pribadi atau pragmatisme semata.

    
Immanuel Kant juga menekankan bahwa manusia harus diperlakukan sebagai tujuan (end) dan bukan sekadar alat (means). Dalam kepemimpinan ini berarti :

  • Pemimpin tidak boleh memperalat rakyat atau bawahannya demi kepentingan pribadi.
  • Kebijakan yang dibuat harus berorientasi pada penghormatan terhadap hak dan martabat setiap individu.

Ahmad Rabbani
Mari berpetualang!

Tidak ada komentar