STOICISM dan Hukum Tabur-Tuai
Kebanyakan orang fokus terhadap "apa yang kita tuai" daripada "apa yang akan kita tanam", Itulah nantinya yang akan menyebabkan kita kecewa nantinya. Karena pada dasarnya hasil usaha kita itu adalah berada diluar Dikotomi kendali(تقسيم الصيطرة) ,suatu faktor eksternal yang tidak bisa sama sekali kita kendalikan. saya akan berikan satu Analogi, Kamu menabur suatu bijih/benih dengan baik,kamu berharap nantinya bijih/benih ini akan menghasilkan gandum/padi yang baik pula. iya kalau hasilnya sesuai dengan apa yang kamu harapkan,tapi kalau kenyataanya padi/gandum nya H-1 di serang hama? apakah kamu yakin tidak akan kecewa?
Coba kira bandingkan dengan "jangan pedulikan dengan apa yang kamu tuai nanti,tapi lakukanlah yang terbaik untuk apa yang kamu tabur saat ini", Nah itu akan sedikit mengurangi kekecewaan kamu kepada hasil akhir nantinya,karena yang kamu fokuskan adalah bagaimana kamu melakukan yang terbaik yang bisa kamu lakulan terhadap bijih/benih itu.
Sebagai penutup tulisan ini,saya mengutip kata kata Marcus Aurelius,seorang yang pernah menjadi Kaisar Romawi dan salah satu penganut aliran Stoicisme, "Tidak ada hal yang bisa melukai dan merugikan kita, kecuali diri dan kesalahan kita sendiri"

Tidak ada komentar
Posting Komentar