INSAN al-KAMIL
Sir Muhammad Iqbal, seorang filusuf muslim yang berasal dari Pakistan mempunyai gagasan tentang sebuah konsep yang bernama Insan kamil, bagi sebagian orang yang pernah membaca tentang aliran filsafat eksistensialisme khususnya pemikiran Friederich Nietzhe mungkin merasakan bahwa terdapat sedikit kesamaan antara konsep Insan kamil dan Ubermensch. Hal ini dapat dikatakan benar, karena keduanya memiliki kesamaan dalam hal transformasi diri dan kemandirian dalam eksistensi. Dan Sir Muhammad Iqbal juga merupakan filusuf yang beraliran eksistensialisme.
Muhammad Iqbal berkata bahwasanya hidup ini perlu tujuan dan cita-cita, karena manusia adalah individu yang sadar, kreatif dan juga bertanggung jawab. Setiap individu bisa menemukan makna hidup dalam pengalaman sehari-harinya, dan setiap kajian ilmu yang ia pelajari haruslah tersambung kepada realitas dan problem nyata. Terlebih lagi Dalam diri manusia terdapat dua hal: yang sudah nyata (actus) dan yang masih berupa kemungkinan (potensia). Actus bersifat jasmani atau bisa dirasakan oleh pancaindra, sedangkan potensia bersifat rohani atau spiritual.

Tidak ada komentar
Posting Komentar